Demikian pula halnya dengan kehidupan manusia, semua ingin
sejahtera dan selamat dunia dan akhirat, namun karena kepentingan dan
intrest mereka berbeda-beda maka tampaklah dalam masyarakat tersebut
propesi yang berbeda-beda pula. Supaya tidak terjadi penganiayaan
seseorang atas orang lain maka diperlukanlah adanya undang-undang yang
dapat mengatur lancarnya jalur kehidupan tersebut. Peraturan tersebut
selanjutnya di kenal dengan sebutan agama. Yang lebih spesifiknya lagi
agama yang hanya diterima di sisi Allah yang bersumberkan dari Al- Quran
dan Sunnah.
Selanjutnya rambu-rambu lalu lintas tadi
perlu dipahami dan ditaati. Kapan harus berhenti (lampu merah),
berhati-hati( lampu kuning), boleh jalan (lampu hijau) dan lain
sebagainya. Demikian pula dengan Al-qur’an dan hadist, ia harus
dipahami, dipelajari dan diamalkan ajaran-ajarannya.
Umpama
lampu merah yang berarti berhenti, semestinya tidak diartikan sebagai
hambatan lancarnya perjalanan tapi justru harus di pahami bahwa hal
tersebut adalah demi keselamatan dirinya sendiri. Demikian pula halnya
dengan larangan yang ada dalam agama islam yang dalam ilmu fiqh di kenal
dengan istilah haram, tidak diartikan sebagai pengekang kebebasan,
namun harus disadari bahwa di balik hal tersebut ada terdapat
hikmah-hikmah yang terkadang manusia sendiri tidak dapat mengungkapnya
secara keseluruhan.
Contoh larangan Al-quran firman Allah SWT: “ Hai orang-orang yang beriman, bahwa sesungguhnya meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dari perbuatan syaitan maka hindarilah hal-hal tersebut supaya kalian beruntung”.(Al-Maidah 90)
Contoh larangan Al-quran firman Allah SWT: “ Hai orang-orang yang beriman, bahwa sesungguhnya meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dari perbuatan syaitan maka hindarilah hal-hal tersebut supaya kalian beruntung”.(Al-Maidah 90)
Dalam ayat selanjutnya Allah SWT menerangkan sebagian hikmah dari pelarangan tersebut, firmannya: “Sesungguhnya
syaitan itu menginginkan permusuhan dan kebencian diantara kalian di
dalam meminum khamar dan berjudi dan melalaikan kalian dari mengingat
Allah dan sholat, maka hindarilah perbuatan tersebut.(Al-Maidah91).
Lampu
kuning yang berarti hati-hati, di dalam Al-quran manusia juga sering
diingatkan agar tidak terbuai dengan kenikmatan dunia, dari harta,
wanita dan anak. Allah SWT berfirman: Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya sebahagian dari istri dan anak-anakmu itu ada yang menjadi
musuh bagimu maka waspadalah kalian terhadap mereka...(At-Thagabun14). Sesengguhnya harta dan anak adalah cobaan bagimu.(At-Thagabun15 ).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian sampai dilalaikan oleh
harta dan anak-anak kalian, barang siapa yang melakukan hal tersebut
maka mereka itulah orang-orang yang merugi.(Al-Munafiqun9).
Lampu hijau yang berarti silahkan jalan dikenal dengan istilah mubah. Allah berfirman dalam surat Al-Jumah ayat 10: “maka apabila telah di tunaikan sholat, bolehlah kalian bertebaran di muka bumi ini dan carilah dari karunia Allah…”. Dst.
Sering
timbul pertanyaan, “mengapa Islam yang dikatakan sebagai agama paling
baik ternyata selalu saja menjadi lambang segala kejelekan,
terkebelakang, bodoh, korup, dsb. Jawaban pertanyaan-pertanyaan di atas
adalah karena pemeluk agama itu sendiri yang tidak berpegang teguh pada
ajarannya.
Misalnya Islam mengajarkan supaya memanfaatkan waktu. Firman Alllah dalam surat Al-Ashr: “Demi masa...” dalam surat: As-Syarh ayat 7:“Maka apabila kamu telah menyelesaikan suatu pekerjaan, berpindahlah kepada pekerjaan yang lain”. Namun ternyata masih banyak dari mereka yang hobbynya berleha-leha.
Firman Allah: “janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain dengan batil”.tapi justru di negara-negara muslim lah yang menempati tingkat tertinggi korupsinya.
Firman Allah: “janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain dengan batil”.tapi justru di negara-negara muslim lah yang menempati tingkat tertinggi korupsinya.
Bodoh,
padahal Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk menuntut ilmu.
Firman Allah SWT dalam ayat yang pertama sekali diturunkan: “Iqra!”(bacalah), tapi masih banyak dari umat Islam itu sendiri yang belum mengenyam dunia pendidikan.
Dari bukti-bukti di atas jelas bahwa ajaran islam itu sangat indah. Adapun kemunduran umat Islam tidak lain kecuali dikarenakan pemeluknya itu sendiri yang tidak atau belum berpegang teguh pada ajarannya dan Al-Quran hanya akan memberikan pelitanya apabila ia dipelajari, dibaca, ditadabburi dan diamalkan ajarannya.
Wallahu a’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar