Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan
salam teruntuk Rasulullah-Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan
para sahabatnya.
Setiap rumah yang kita tempati sekarang –sebagus
apapun itu- akan rusak dan hancur. Sebabnya bisa beragam seperti
kebakaran, gempa bumi, longsor, tertabrak kereta dan sebab lainnya.
Jikapun rumah kita tetap kokoh maka ia tak akan bisa melindungi kita
dari kematian. Inilah rumah kita di kehidupan dunia.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ
“Di
mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu
di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. Al-Nisa’: 78)
Untuk
rumah di dunia ini, manusia terus bekerja keras, banting tulang, peras
keringat siang-malam. Cari pinjaman sana-sini untuk mengredit rumah
sepetak yang lusuh dan tak tahan lama. Padahal rumah tersebut akan fana,
hancur, dan usang di makan masa. Atau dengan kemegahannya akan
ditinggalkan oleh pemiliknya selama-lamanya.
Kehidupan akhirat
pasti kita masuki. Tak satupun manusia bisa mengelak darinya. Di sana
ada kehidupan yang lebih kekal dan abadi. Orang-orang beriman akan
dimuliakan dengan rumah megah lagi indah sesuai dengan tingkat iman dan
takwanya. Kenapa kita tidak lebih serius dan sungguh-sungguh berusaha
mencari jalan dan mengupayakan sebab untuk memiliki rumah di sana?
Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengabarkan kepada kita tentang
sifat-sifat rumah surga yang sangat indah dan bahan bakunya.
لَبِنَةٌ
مِنْ فِضَّةٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ
وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ وَتُرْبَتُهَا الزَّعْفَرَانُ
مَنْ دَخَلَهَا يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ وَيَخْلُدُ لَا يَمُوتُ لَا تَبْلَى
ثِيَابُهُمْ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ
“Bangunannya dari batu bata
berupa perak dan emas, adukannya dari minyak wangi kesturi Al-Adzfar,
kerikilnya dari mutiara dan permata, kerikilnya dari zakfaron. Siapa
yang memasukinya akan merasa nikmat dan tidak akan meninggalkannya,
kekal tidak akan mati, pakaiannya tidak kotor dan senantiasa muda tidak
akan tua.” (HR. Al-Tirmidzi & Ahmad. Dishahihkan Al-Albani dalam
Shahih al-Jami’: 3116)
Amal-amal Berbonus Rumah di Surga
Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengabarkan adanya beberapa amal yang
berbonus rumah di surga. Sebagiannya terlihat ringan, sebagian lainnya
butuh modal besar, dan sebagian lainnya membutuhkan pengorbanan. Di
antara amal-amal tersebut adalah:
1. Membangun masjid karena Allah
Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu 'Anhu, berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّه لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة
“Siapa yang membangun satu masjid untuk Allah maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (Muttafaq ‘alaih)
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا مِنْ مَالٍ حَلَالٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة
“Siapa
yang membangun satu masjid untuk Allah dari harta yang halal maka Allah
akan membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (HR. Al-Baihaqi dalam
Syuabul Iman, al-Thabrani dalam al-Ausath, dan lainnya)
Dari Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu, berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Siapa
membangun masjid karena Allah walau seperti sarang burung atau lebih
kecil dari itu maka Allah akan membangunkan untuknya satu rumah di
surga.” (HR. Ibnu Majah, al-Bazzar dan Ibnu Hibban. Dishahihkan
Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6128)
2. Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali
Dari hadits Mu’adz bin Anas Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
“Siapa
yang membaca Qul Huwallaahu Ahad (Surat Al-Ikhlash) sampai
menghatamkannya sebanyak sepuluh kali niscaya Allah bangunkan untuknya
intana di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas al-Juhani &
dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah, no. 589)
3. Memuji Allah dan beristirja’ saat diuji dengan kematian anak
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إِذَا
مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ
عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ
فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ
وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي
الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
“Apabila anak seorang
hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada MalaikatNya, “Kalian telah
mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah
berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab,
“Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?” Mereka
berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa Lilaahi Wa Innaa
Ilaihi Raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di
surga dan namai ia Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi dan beliau
menghassankannya , juga dihasankan oleh Syaikh Al AlBani di Shahih
al-Jami’)
4. Membaca doa masuk pasar
Dari Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ
دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ
لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا
يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ
اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ
سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي
الْجَنَّةِ
“Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “Laa
Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu,
Yuhyii, Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa
‘alaa Kulli Syai-in Qadiir” niscaya Allah menuliskan baginya sejuta
kebaikan, menghapuskan darinya sejuta kejelekan, mengangkat derajatnya
hingga sejuta derajat, dan membangunkan untuknya rumah di surga”." ( HR.
At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim. Syaikh Al-Albani menyatakan, hadits
tersebut hasan)
. . . Kenapa kita tidak lebih serius dan
sungguh-sungguh berusaha mencari jalan dan mengupayakan sebab untuk
memiliki rumah di akhirat?. . .
5. Menutup celah barisan shaf shalat
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu 'Anha, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ وَ رَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً
“Siapa
menutup celah (pada barisan shalat) niscaya Allah bangunkan untuknya
rumah di surga dan mengangkat derajatnya dengan perbuatannya itu.” (HR.
Al-Muhamili dalam Amaalinya dan dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah
Shahihah, no. 1892)
6. Menjaga shalat-shalat sunah rawatib dua belas rakaat
Dari Ummu Habibab Radhiyallahu 'Anha, berkata: Aku Mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)
Shalat
12 raka’at itu adalah empat rakaat sebelum Dzuhur & dua rakaat
sesudahnya, dua raka’at sesudah maghrib, dua rakaat setelah ‘Isya, dan
dua rakaat sebelum Shubuh sebagaimana yang terdapat dalam hadits ‘Aisyah
dalam Sunan al-Tirmidzi dan Ibnu majah.
7. Iman, islam, hijrah dan berjihad fi sabilillah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
أَنَا
زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ
بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَأَنَا
زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ
وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ
يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ حَيْثُ
شَاءَ أَنْ يَمُوتَ
“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku,
masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di
tengah surga, dan surga yang paling tinggi. Aku menjamin orang yang
beriman kepadaku, masuk Islam dan berjihad dengan rumah di pinggir
surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang
melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun kebaikan, dan lari dari
semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia kehendaki untuk
meninggal.” (HR. Al-Nasai, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh
Syaikh Al AlBani rahimahullah).
8. Menghindari debat walaupun dalam posisi yang benar
9. Meninggalkan dusta dalam becanda
10. Berakhlak mulia
Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
أَنَا
زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ
كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ
وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ
خُلُقَه
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi
siapa saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia
dalam posisi yang benar, juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa
saja yang meninggalkan berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta
sebuah rumah di puncak jannah bagi siapa saja yang berakhlak mulia.”
(HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Syaikh Al-Albani
menghassankannya di Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1648)
Inilah
beberapa amalan yang diberitakan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam
berbonus rumah di surga. Orang hidup pasti menginginkan tempat tinggal
yang indah, megah, sejuk, dan nyaman. Maka untuk kehidupan yang kekal di
akhirat hendaknya lebih semangat memiliki rumah idaman tersebut.
Tentunya rumah-rumah itu membutuhkan pernak-pernik dan perhiasannya;
dari kamar dan ruangan, perbendaharaan dan perhiasannya, serta
pepohonannya. Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam teleh menjelaskan
amal-amal untuk menyempurnakannya, sebagaimana yang sudah kami tuliskan
terdahulu. Wallahu a’lam. [dari berbagai sumber].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar