Kamis, 17 Oktober 2013

Sebait syair UJE kepada sang Bidadarinya

Isteriku.
Aku ingin tenang.

Biarkan aku tenang menghadap Khalik-ku,
Sudahi isakmu isteriku,
Aku tidaklah semu isteriku,
Bukankah berulangkali dulu kita membaca Hadist Rasulullah Shalallohu 'Alayhi Wasallam bahwa yang dinamai sabar itu adalah saat pertama kamu diberi ALLAH ujian?

Maka berhentilah menangis,
Suruhlah orang-orang itu untuk berhenti menanyakan kamu perihal suamimu,
Himbaulah mereka yang tidak mengerti itu untuk menjauhkan kamera dari wajahmu.
Itu membuat kamu dan membuat aku tidak tenang istriku.

Sampaikan terimakasih suamimu kepada mereka semua,
Siapa saja yang ikhlas berdoa untuk kebaikan aku disetiap waktu,
Cukuplah itu buatku.

Ketika kamu rindu,
Lihatlah anak-anakku,
Ketika kamu ingin kelak bertemu denganku,
Rawatlah dan didiklah anakku,
Berikan mereka tali buhul
ALLAH,
Ikatkan mereka dengan itu,
Tuntunlah agama anak-anakku,
Seperti apa kehendak aku dahulu.

Isteriku..
Maafkan aku,
Maafkan telah meninggalkan beban dan amanah yang sangat berat disisimu.
Tidaklah ALLAH menimpakan sesuatu diluar batas kesangguanmu.

ALLAH Maha Mengetahui.

Kamu itu mampu..

Ku nanti kamu dan anak-anakku dipintu syurga.


Aamiin.

Ya, mungkin begitulah UJE ucapkan di alam sana.

T_T
_____________________________ ______

Saudaraku se-iman se-agama, "aamiinkan" do'a ini sebanyak-banyaknya, dan silakan forward dengan cara klik share/bagikan postingan beriring do'a ini, Insya ALLAH Anda termasuk orang yang berdo'a dan dido'akan oleh seluruh ummat Islam, semoga kita, orang tua kita dan semuanya juga di ampuni semua dosa-dosa yang telah lalu, moga diberikan kemudahan dalam urusan dunia dan diberikan jodoh yang sholeh dan sholehah juga mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan diwafatkan dalam keadaan khusnul khotimah, serta apa yang kita do'akan diterima oleh ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.

Sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=160618694107485&set=a.159716220864399.1073741828.159591304210224&type=1&relevant_count=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar